Headline
Memuat berita terbaru...
Memuat berita pilihan...

NEWS

Indeks →
Memuat NEWS...

Trending

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Pendidikan

Indeks →
Memuat Pendidikan...

Trending

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Opini

Indeks →
Memuat Opini...

Trending

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Agama

Indeks →
Memuat Agama...

Trending

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Tokoh

Indeks →
Memuat Tokoh...

Trending

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Life Style

Indeks →
Memuat Life Style...

Trending

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Wisata

Indeks →
Memuat Wisata...

Trending

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Beasiswa

Indeks →
Memuat Beasiswa...

Trending

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Terkini

Indeks →
Memuat Terkini...

Terkini

Memuat terkini...

Terkini lanjutan

Memuat berita lanjutan...

Pantau Program Buruan Sae di RW 12, Kelurahan Pasanggrahan dan DKPP Dorong Kemandirian Pangan dari Pekarangan

Uploaded Image
Vokaloka, Bandung - Kasi Ekbang Kelurahan Pasanggrahan bersama tim Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung melaksanakan monitoring program Buruan Sae di RW 12, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memantau perkembangan urban farming yang dijalankan warga.

Di lokasi, rombongan berkeliling melihat lahan pekarangan warga yang dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Sesekali mereka berhenti untuk berbincang dengan pengurus RW dan warga, mulai dari menanyakan kondisi tanaman hingga kendala yang dihadapi selama merawatnya.

Kasi Ekbang Kelurahan Pasanggrahan, mengatakan bahwa monitoring ini bertujuan memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal di tengah masyarakat.

"Kami ingin melihat langsung perkembangannya di lapangan, apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu dibenahi. Lahan di sekitar rumah itu potensinya besar, kalau dimanfaatkan dengan baik bisa membantu kebutuhan dapur warga sehari-hari," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme pengurus RW 12 dan warga yang terus menjaga program ini tetap berjalan. Menurutnya, kerja sama seperti itu yang membuat program bisa bertahan dan terus berkembang.

"Terima kasih untuk pengurus RW 12 dan warga yang sudah kompak menjaga produktivitas lingkungan. Dengan begitu, program ini benar-benar terasa manfaatnya," tuturnya.

Ia berharap warga semakin semangat mengelola pekarangan masing-masing.

"Harapan kami, kemandirian pangan itu bisa dimulai dari rumah sendiri. Kalau semua warga ikut menanam, lingkungan kita pasti makin produktif," pungkasnya.

Reporter: Zahra Rihhadatul Aisy

Pantau Program Buruan Sae di RW 12, Kelurahan Pasanggrahan dan DKPP Dorong Kemandirian Pangan dari Pekarangan

Vokaloka, Bandung - Kasi Ekbang Kelurahan Pasanggrahan bersama tim Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung melaksanakan monitoring program Buruan Sae di RW 12, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memantau perkembangan urban farming yang dijalankan warga.

Di lokasi, rombongan berkeliling melihat lahan pekarangan warga yang dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Sesekali mereka berhenti untuk berbincang dengan pengurus RW dan warga, mulai dari menanyakan kondisi tanaman hingga kendala yang dihadapi selama merawatnya.

Kasi Ekbang Kelurahan Pasanggrahan, mengatakan bahwa monitoring ini bertujuan memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal di tengah masyarakat.

"Kami ingin melihat langsung perkembangannya di lapangan, apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu dibenahi. Lahan di sekitar rumah itu potensinya besar, kalau dimanfaatkan dengan baik bisa membantu kebutuhan dapur warga sehari-hari," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme pengurus RW 12 dan warga yang terus menjaga program ini tetap berjalan. Menurutnya, kerja sama seperti itu yang membuat program bisa bertahan dan terus berkembang.

"Terima kasih untuk pengurus RW 12 dan warga yang sudah kompak menjaga produktivitas lingkungan. Dengan begitu, program ini benar-benar terasa manfaatnya," tuturnya.

Ia berharap warga semakin semangat mengelola pekarangan masing-masing.

"Harapan kami, kemandirian pangan itu bisa dimulai dari rumah sendiri. Kalau semua warga ikut menanam, lingkungan kita pasti makin produktif," pungkasnya.

Reporter: Zahra Rihhadatul Aisy
Uploaded Image

Ramainya Pasar Minggu Cilengkrang Dorong Perputaran Ekonomi Pedagang Kecil

image.png
Vokaloka, Bandung — Keramaian terlihat di kawasan Pasar Minggu Cilengkrang, Kota Bandung. Sejumlah pedagang memanfaatkan momentum akhir pekan untuk menjajarkan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari hasil pertanian hingga pakaian dan makanan.

Di sejumlah lapak, pedagang terlihat menata barang dagangan agar mudah dilihat oleh calon pembeli. Sayuran dan bahan pangan menjadi salah satu komoditas yang terlihat memenuhi area jualan. Sementara di sisi lain, terdapat pedagang pakaian dan berbagai kebutuhan lainnya.

Kegiatan pasar yang berlangsung di Cilengkrang juga memperlihatkan bagaimana ruang perdagangan lokal dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Pedagang dapat menjual barang secara langsung, sedangkan masyarakat memperoleh akses terhadap berbagai kebutuhan dalam satu kawasan.

Salah seorang pedagang sayuran, Ibu Siti, mengaku bahwa keramaian pada hari Minggu menjadi kesempatan bagi dirinya untuk meningkatkan penjualan. Ia mengatakan jumlah pembeli biasanya dipengaruhi oleh kondisi pasar dan banyaknya masyarakat yang datang.

“Hari Minggu biasanya lumayan ramai. Kalau banyak yang datang, dagangan juga lebih cepat terjual. Jadi kami sebagai pedagang merasa terbantu,” kata Ibu Siti.

Menurutnya, keberadaan pasar yang ramai juga memberikan keuntungan bagi pedagang kecil yang masih mengandalkan penjualan secara langsung. Interaksi dengan pembeli membuat pedagang dapat mengetahui kebutuhan dan barang yang sedang banyak dicari.

Pedagang lainnya, Ibu Yayah, mengatakan bahwa kegiatan pasar dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan dagangan kepada pembeli baru. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus memberikan ruang bagi pedagang lokal untuk berjualan.

“Kami berharap pasar seperti ini tetap ada dan semakin ramai. Selain untuk mencari penghasilan, kami juga bisa mendapatkan pelanggan baru,” ujarnya.

Ramainya kawasan pasar juga membuat aktivitas masyarakat di sekitar lokasi meningkat. Warga datang bersama keluarga maupun secara individu untuk membeli berbagai kebutuhan. Kondisi tersebut menciptakan perputaran ekonomi yang melibatkan pedagang dan konsumen secara langsung.

Bagi UMKM, akses terhadap konsumen merupakan salah satu bagian penting dalam pengembangan usaha. Pemerintah Kota Bandung pada 2026 juga menjalankan sejumlah program yang menempatkan pemasaran produk lokal dan penguatan UMKM sebagai bagian dari pengembangan ekonomi daerah.

Kegiatan perdagangan lokal seperti Pasar Minggu memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk mempertahankan hubungan dengan konsumen. Selain transaksi, pedagang dapat mengetahui secara langsung respons masyarakat terhadap harga maupun produk yang mereka jual.

Dari suasana yang terlihat di lokasi, aktivitas jual beli berlangsung secara aktif hingga kawasan pasar dipenuhi masyarakat. Berbagai lapak menawarkan produk dengan jenis yang beragam sehingga pembeli memiliki banyak pilihan.

Pasar Minggu Cilengkrang akhirnya tidak hanya menjadi tempat transaksi antara penjual dan pembeli. Kegiatan tersebut juga menjadi gambaran aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat lokal, sekaligus memberikan ruang bagi pedagang kecil untuk terus menjalankan dan mengembangkan usahanya.

Reporter: Dewi Puji Astut

Petahana Dodi Kurnaedi Pamerkan Delapan Prestasi di Pilkades Sayang

Vokaloka, Sumedang - Di tengah gencarnya gempuran janji program sosial dari penantang nomor urut 1 dan gaya kampanye nyentrik dari aktor di nomor urut 3, Calon Kepala Desa nomor urut 2, Dodi Kurnaedi, S.Pd.I., memilih strategi bertahan yang bertumpu pada bukti nyata. Sebagai kandidat petahana yang telah memimpin Desa Sayang, Dodi optimis menatap kontestasi Pilkades 2026 dengan menyodorkan rekam jejak kepemimpinannya selama rentang waktu delapan tahun terakhir (2018-2026). Bagi Dodi, karya nyata di lapangan adalah instrumen kampanye paling otentik untuk mematahkan sekadar janji politik dari para penantangnya.
Tampil sangat dominan dengan baliho bernuansa biru dan hijau yang elegan, Dodi mengusung jargon utama "Lanjutkan Amanah, Wujudkan Berkah". Pesan politis ini secara lugas menegaskan posisinya sebagai inkumben yang meminta kembali mandat dari masyarakat Desa Sayang untuk masa bakti 2026-2034. Ia berupaya meyakinkan warga bahwa roda pembangunan yang sudah berjalan dengan baik tidak boleh terhenti di tengah jalan atau dirombak dari nol akibat pergantian pucuk pimpinan yang belum teruji rekam jejak birokrasinya.
Sebagai perisai utama untuk menangkis tantangan dari lawan-lawan politiknya, Dodi memamerkan delapan daftar prestasi mentereng yang berhasil ia torehkan selama menjabat. Di antaranya, ia sukses membawa Desa Sayang meraih status sebagai Desa Mandiri pada tahun 2022, mengamankan predikat Desa Bersinar (Bersih Narkoba) pada tahun 2025, serta menjuarai Pelaksanaan BBGRM Tingkat Kecamatan di tahun 2023. Puncak pembuktian kinerja administrasinya terlihat saat Desa Sayang dinobatkan sebagai peraih penghargaan Pengelolaan Aset Terbaik Ke-1 Tingkat Kabupaten Sumedang pada tahun 2024.
Untuk memenangkan pertarungan di periode keduanya ini, Dodi telah merumuskan visi jangka panjang bertajuk "Terwujudnya Desa Sayang yang Amanah dan Berkah". Visi ini ditopang kuat oleh lima misi utama, yang mencakup tata kelola pemerintahan yang akuntabel, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang beriman dan berilmu, serta penguatan potensi ekonomi lokal melalui kemitraan kewirausahaan. Berbekal pengalamannya yang matang, sang petahana mengajak seluruh warga untuk merapatkan barisan dan terus menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat demi masa depan desa yang berkesinambungan.

Reporter: Muhamad Fauzi Muthaqien, KPI5D
Uploaded Image

Irvan Fauzi "Unang Jenggo" Sasar Suara Milenial Pilkades Sayang

Vokaloka, Sumedang - Ketika kandidat nomor urut 1 sibuk menjabarkan deretan program sosial dan petahana nomor urut 2 mempertahankan diri dengan daftar prestasi birokrasinya, Calon Kepala Desa nomor urut 3 justru memilih jalur yang sama sekali berbeda. Irvan Fauzi, Ass. Apt., menampilkan strategi kampanye visual yang sangat berani, mencolok, dan *out of the box* menjelang hari pencoblosan Pilkades pada 28 Oktober 2026. Ia mendobrak gaya politik konvensional dengan memadukan pendekatan budaya populer televisi ke dalam arena kontestasi tingkat desa.
Dalam spanduk kampanyenya yang berukuran raksasa, Irvan memajang dua persona yang kontras namun saling melengkapi. Di satu sisi, ia menampilkan foto formal berjas dan berdasi merah layaknya calon pejabat publik. Namun, di sisi yang lebih dominan, ia memajang potret dirinya mengenakan kostum serba hitam beraksen merah putih, lengkap dengan ikat kepala khas karakter "Unang Jenggo" dari sinetron populer *Preman Pensiun*. Identitas aktor televisi ini sengaja ia tonjolkan secara gamblang sebagai identitas politik untuk mencuri perhatian masyarakat di tengah ketatnya persaingan dengan dua kandidat lainnya.
Strategi visual ala *Preman Pensiun* ini rupanya memiliki tujuan yang sangat terukur, yakni menyasar basis suara pemilih pemula dan generasi milenial yang sering kali apatis terhadap urusan politik desa. Melalui slogan tegas berbunyi "Kaum Muda Bukan Masalah, Melainkan Aset Bangsa", Irvan berupaya merangkul generasi muda agar bangkit, berpartisipasi aktif, dan menjadi motor penggerak peradaban di desanya. Ia ingin membuktikan bahwa kaum muda memiliki kapasitas untuk memberikan warna baru dalam tata kelola pemerintahan, bukan sekadar penonton di pinggir lapangan.
Di balik gaya kampanyenya yang eksentrik, Irvan tetap menawarkan visi yang substansial untuk membawa Desa Sayang ke arah yang jauh lebih baik. Ia berkomitmen mewujudkan desa yang sejahtera, religius, serta memiliki daya saing tinggi. Aktor ini bertekad menyulap kampung halamannya menjadi desa yang mandiri dan berbudaya kreatif, yang ditopang penuh oleh birokrasi dengan konsep pelayanan publik yang cepat dan tanggap. Sebagai landasannya, ia menjanjikan pemerintahan dengan prinsip nilai budaya "Teramanah", yang meliputi transparansi, efektivitas, kemandirian, dan keharmonisan bermasyarakat.

Reporter: Muhamad Fauzi Muthaqien, KPI5D
Uploaded Image

Maju Pilkades, Asep Hermawan Janjikan Pendidikan dan BPJS Gratis

Vokaloka, Sumedang - Suhu politik menjelang hari pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sayang pada 28 Oktober 2026 mendatang kian menghangat dengan adu gagasan yang tajam antar kandidat. Calon Kepala Desa nomor urut 1, Asep Hermawan, S.H., hadir sebagai penantang serius yang menitikberatkan senjatanya pada tawaran program-program sosial yang langsung menyentuh urat nadi kebutuhan rakyat kecil. Melalui pendekatan yang sistematis, Asep berupaya mematahkan dominasi lawan-lawannya dengan membawa cetak biru pembangunan desa yang komprehensif.
Dalam penjabaran kampanye visualnya, Asep secara lantang mengusung visi besar menuju Desa Sayang yang "SIAAP". Jargon tersebut bukanlah sekadar pemanis kata, melainkan singkatan dari prinsip kerjanya kelak, yakni Sinergitas, Inovatif, Agamis, Aspiratif, dan Profesional. Melalui lima pilar kepemimpinan ini, Asep bertekad mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang jauh lebih maju dan sepenuhnya transparan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Ia juga secara tegas berkomitmen untuk mencegah segala bentuk praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang kerap menjadi momok di tingkat birokrasi desa.
Untuk memastikan kemenangannya melawan petahana dan kandidat selebriti, Asep memikat hati para pemilih rasional dengan program unggulan di sektor pendidikan dan jaminan kesehatan yang tertuang dalam tiga poin utama pembangunannya. Ia secara konkret menjanjikan program pendidikan gratis bagi warga desa yang kurang mampu untuk bisa mengikuti kesetaraan Paket C. Lebih jauh lagi, ia menyiapkan skema beasiswa kuliah bagi warga berprestasi namun terkendala secara finansial. Di bidang kesehatan, Asep menjamin akan membantu warga kurang mampu agar mendapatkan akses kepesertaan BPJS KIS secara gratis tanpa proses yang berbelit.
Tidak berhenti pada isu kesejahteraan sosial, Asep merancang program pembangunan infrastruktur fisik dan pemberdayaan ekonomi sebagai amunisi pamungkasnya. Di sektor infrastruktur, ia berencana meningkatkan kualitas drainase untuk pengendalian banjir skala prioritas, serta menata ulang fasilitas umum di area balai desa dan pos ronda. Sementara itu, untuk memajukan roda perekonomian, Asep siap membuka peluang kerja seluas-luasnya melalui kolaborasi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan para pelaku UMKM, serta memberikan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat desa.

Reporter: Muhamad Fauzi Muthaqien, KPI5D
Uploaded Image

Menelusuri Jejak Rasulullah di Museum Al Jabbar


Uploaded Image

BANDUNG — Suasana tenang menyambut setiap pengunjung yang melangkah ke dalam Museum Rasulullah di Masjid Raya Al Jabbar, Kamis, 22 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional. Di tengah pencahayaan temaram dan dinding yang dipenuhi informasi sejarah, perhatian tertuju pada miniatur lanskap pegunungan yang tersimpan di balik kaca. Sejumlah pengunjung tampak mengamati koleksi tersebut, sementara yang lain membaca keterangan sejarah yang terpajang di sepanjang ruangan.

Di antara para pengunjung, Maryam Dasimah menjadi salah satu orang yang tertarik menelusuri jejak sejarah Islam melalui museum tersebut. Ketertarikannya berawal dari media sosial. Ia mengetahui keberadaan museum di Masjid Raya Al Jabbar dari unggahan yang dilihatnya, hingga akhirnya muncul rasa penasaran untuk menyaksikannya secara langsung.

“ Tertarik lihat di sosial media, ternyata ada museumnya, jadi penasaran,” ungkap Maryam saat menceritakan alasannya berkunjung.

Rasa penasaran itu kemudian terjawab ketika ia memasuki ruang pamer museum. Maryam mengaku terkesima dengan pengalaman yang diperolehnya. Baginya, museum tersebut bukan sekadar tempat untuk melihat koleksi sejarah, melainkan juga ruang pembelajaran yang memberikan pengetahuan baru mengenai perjalanan Islam.

Dari berbagai koleksi yang tersedia, gambaran perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW menjadi bagian yang paling menarik perhatiannya. Peristiwa penting dalam sejarah Islam itu memberikan pengalaman tersendiri bagi Maryam, sekaligus menjadi salah satu bagian yang paling berkesan selama kunjungannya.

Informasi sejarah yang disajikan di museum juga membantunya mengenal perjalanan hidup Rasulullah SAW lebih jauh. Maryam mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, termasuk gambaran arsitektur rumah di kawasan Timur Tengah pada zaman Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran sejarah tidak hanya berkaitan dengan peristiwa masa lalu, tetapi juga mencakup kehidupan dan kebudayaan masyarakat pada masa itu.

Pengalaman Maryam menggambarkan bagaimana museum dapat menjadi sarana belajar yang berbeda dari pembelajaran melalui buku atau media digital. Pengunjung tidak hanya memperoleh informasi melalui bacaan, tetapi juga dapat mengamati visualisasi sejarah yang disajikan dalam ruang pamer. Dengan demikian, sejarah Islam terasa lebih dekat dan menarik untuk dipelajari.

Menurut Maryam, keberadaan museum bertema sejarah Islam sangat penting, terutama bagi generasi muda. Ia menilai, museum dengan fokus sejarah Islam masih jarang ditemui sehingga keberadaannya dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk memperluas wawasan keislaman.

“ Sangat penting, karena jarang sekali museum yang bertemakan sejarah Islam,” ujarnya.

Pandangan tersebut menjadi relevan dalam momentum Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober. Peringatan ini tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang peran santri dalam perjalanan bangsa, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat menuntut ilmu dan mengenal nilai-nilai keislaman. Kunjungan ke museum sejarah Islam dapat menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan ketertarikan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap sejarah dan keteladanan Rasulullah SAW.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di media sosial, museum tetap memiliki peran penting sebagai ruang edukasi yang menghadirkan pengalaman belajar secara langsung. Ketertarikan Maryam yang bermula dari sebuah unggahan di media sosial menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal sejarah lebih dekat, sementara kunjungan langsung memberikan kesempatan untuk memahami informasi tersebut secara lebih mendalam.

Pada akhirnya, menelusuri jejak Rasulullah di Museum Al Jabbar bukan hanya tentang melihat koleksi atau membaca catatan sejarah. Lebih dari itu, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal perjalanan Islam, memahami kehidupan pada masa Rasulullah SAW, serta mengambil pelajaran dari sejarah yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Di ruang-ruang museum itu, masa lalu dihadirkan kembali sebagai sumber pengetahuan yang tetap relevan bagi kehidupan masa kini.

Penulis : Melin Nur Salamah

Masjid

Masjid

Opini

Opini

Sosok

Sosok

Pendidikan

Pendidikan

Ekonomi

Ekonomi

Tokoh

Tokoh

Wisata

Wisata

Resensi

Resensi
Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka